Tahun 2006, Komunitas Mahasiswa Sentra Energi mengadakan seminar Nasional Biodiesel. Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara dari Addlogic Labs, Jerman. Ketika itu, salah satu pembicara dari Jerman membawa poster lomba Mondialogo Engineering Award. Dari sana, anggota Kamase tertarik untuk mengikuti perlombaan MEA. Kamase bekerjasama dengan beberapa mahasiswa Curtin University of Technology.
Proposal yang diajukan tim Kamase akhirnya masuk 30 besar dunia da layak dipresentasikan di Mumbay India. Wakil dari tim Kamase adalah Thomas Ari Negara. Alhamdulillah, UGM dan Curtin menjadi satu diantara sepuluh juara utama dan berhak atas award 20 ribu euro.
Sebagai juara utama, para juara diwajibkan merealisasikan program utama yang tertulis di proposal. Akhirnya, di bulan Januari-Februari 2008, dilakukan survei di Kecamatan Panggang Gunungkidul. Setelah survei, dengan mempertimbangkan debit air, kebutuhan masyarakat dan dana yang ada, maka Sumber Kaligede akan menjadi sumber yang diangkat.
Bulan Maret dilakukan open recruitment untuk pelaksanaan KKN tahap pertama. recruitment ini menghasilkan 28 mahasiswa yang siap bersama-sama berjuang memberikan kemampuannya demi Dusun Banyumeneng. Survei ulang beberapa kali dilakukan sampai akhirnya pelaksanaan KKN benar-benar direalisasikan pada bulan Juli-Agustus 2008.
Suka dan duka mewarnai KKN tahap pertama. Berbagai konflik yang terjadi semakin memperkaya pengalaman kami. Banyak sekali hal-hal unik yang kami temui. Di hari pertama, kami menyadari bahwa penerangan jalan harus menjadi target pertama. Minimnya penerangan jalan menjadikan jalan-jalan di Banyumeneng gelap gulita. Beberapa anggota KKN sempat menjadi korban keganasan jalan disana. Terutama sang Kormanit yang 2 kali keseleo waktu jalan malam-malam. hehe.
Tim Sosial Humaniora melakukan lobi dengan PLN terkait dengan penerangan jalan. Bolak-balik Panggang-Wonosari beberapa kali dilakukan. Sampai akhirnya terpasang 30 lampu fluorescent hasil kerjasama dengan PLN serta pemberdayaan masyarakat. Bersama masyarakat, tim Prasarana Fisik KKN memasang lampu penerangan jalan.
Pembuatan jalan juga menjadi hal krusial. Beberapa kali tim KKN nyengkuyung bareng warga membuat pelebaran jalan-jalan utama. Kedekatan yang luar biasa dirasakan pada pengalaman ini.
Namun, program utama tetap harus dijalankan. Dan tim Prasarana Fisik pun merampungkan pembuatan peta topografi dan peta profil jalur pemipaan. Selain itu, dilakukan pengukuran levelisasi, pengukuran debit air dan pembuatan detail engineering design.
Sementara itu, tim Kesehatan Masyarakat melakukan pengujian terhadap air yang akan dikonsumsi. Tim Peningkatan Produksi memberikan berbagai pelatihan seperti diversifikasi pangan dan pertanian. Tim Sosial Humaniora memiliki tugas besar di bidang instalasi sosial dan perencanaan organisasi pengelola air nantinya.
Perpisahan KKN berlangsung sangat mengharukan dimana 600 lebih warga berpelukan dan halal bihalal dengan anggota KKN sampai tengah malam. Banjir tangis tidak bisa dihindarkan baik dari tim KKN maupun warga. Rasanya sangat sulit bagi tim KKN berpisah dari Banyumeneng. Sampai-sampai, beberapa anggota KKN masih menangis dalam perjalanan pulang ke Jogja.
Dan berakhirlah KKN Tahap pertama begitu tim KKN dilepas secara simbolik oleh bapak Camat Drs. Agus Hartadi, M.Si di aula utama kantor kecamatan Panggang.
Selamat tinggal Banyumeneng. Kami akan segea kembali mewujudkan mimpi kami dan mimpi anda semua !!
halo
Nice Works Mahasiswa Indonesia…
Begitulah idealnya mahasiswa Indonesia, berjuang bersama rakyat dan untuk rakyat…
Begitulah seharusnya agent of change.
Begitulah seharusnya pemuda
Kita alumni yang dulu telah berusaha denan baik pada tahap awal project Mondialogo salut pada temen-temen KKN Panggang saat ini. Kalian sekarang yang menerima tongkat estafet untuk melanjutkan perjuangan membantu warga di daerah Panggang yang kesulitan air bersih. Tetep semangat yach……